Pengalaman seorang anak Iran Jaya (Papua) yang singgah ke Jakarta

CIMG3247

“ Pada suatu hari sebelum saya sekolah dasar/SD Ibuku tercinta Almarhumah telah berpulang kerahmatullah, ketika saya baru berumur Lima Tahun silam, saya diangkat piara asuh oleh Tante saya yang tercinta bernama Naiyah Agia sebelum saya pertama kali duduk dibangku Sekolah dasar atau disebut kelas satu SD sampai dengan tamat SD, saya

melanjutkan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Inan Uratan Sorong Selatan Kecamatan Inanwatan Kabupaten Sorong Selatan , setelah tamat SMPN 1 didaerah tersebut, Ayahanda tercinta telah berpulang kerahmatullah yang bernama Abdul Manaf, setelah saya tamat SMAN 1 Inanwatan, jadilah kendala bagi diri saya sendiri. Saya akhirnya pada waktu itu saya menunda kuliah selama 1 tahun, kemudian saya melanjutkan kuliah dengan izin Allah Azza Wazallah saya melanjutkan kuliah di sekolah Tinggi Agama Islam , perguruan tinggi Dakwah Islam kampus, dari tanjung Priuk dengan sabar menghadapi banyak cobaan waktu pertama kali melangkahkan kaki saya dari pelabuhan Sorong Propinsi Papua Barat tujuan Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara Sampai dengan semangat atas Izin Allah SWT, untuk menempuh jalan terbaik dan untuk menuntut ilmu di bangku kuliah Allhamdulillah dengan belajar ilmu Agama Islam saya bisa bedakan mana yang haram dan mana yang halal maka ketemulah jati saya yang sesungguhnya karena Allah, hanya Engkau lah Jati saya yang sesungguhnya,karena Allah taala terimah atas doa semua terhadap keluargaku yang ku tinggalkan disana Ya Allah hanya engkau lah mengadakan kami didunia, hidup serta mematikan segalanya mengenai kehidupan kami sehingga kami dapat menikmati dan mensyukuri segala karohmah dariMu Ya Allah, tuhan kami yang menciptakan segala yang ada didunia ini”. Bukan hanya itu kutipan kaliamat diatas terbukti bahwa seorang anak Irian Jaya (papua) yang mempunyai hati tegar serta ikhlas untuk menjali hidupnya dengan selalu mendekatkan diri kepada sang pencipta yaitu Allah SWT, dengan kegigihanya seorang anak  Irian jaya (Papua) tetap semangat menjalani kehidupan ini dan sampailah ia dijakarta, sebut saja Amri Beyete seorang yang sangat tegar dalam menghadi cobaan hidup ini. Namun bukan sampai disitu saja Amri pada masa kelas Empat SD menjadi peringkat kelas terbaik di sekolah dasar Inspresi No 22 Nebes atas karohmah dari Allah SWT. “Dan dapat gelar siswa terbaik di bangku sekolah dasar saya termasuk orang yang sopan ramah tama terhadap Guru dan teman teman saya, karena ngin meningkatkan ilmu saya untuk lebih baik mengenal dunia dan Akhirat, Walaupun Bapak dan Ibu seorang Tani dan Ibu Rumah Tangga saya takka lupa untuk mendoakan mu sampai Allah SWT, akan memepertemukan kami di Yaumul Akhir di Syurga Ya Allah” ujar Amri Beyete Mahasiswa. Kesimpulan itu terbukti bahwa betapa erat dan kasih sayanglah yang Amri bisa utarakan walaupun mereka sudah tiada namun bagi seorang Amri asal irian jaya tak ada kata menyerah. Dan tujuan besar ia adalah Ingin menjadi Seorang yang sukses di dunia dan Akhirat dan memperjuangkan Agama Islam seutuhnya.[]MZ_matasiswa.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s