Mimpi Palsu

mimpi

“Dulu kukenal engkau selalu ceria
kini semuanya hilang dari dirimu
tubuhmu kurus layu tatapanmu hampa
kau terbuai oleh mimpi narkoba yang palsu
Aku kehilangan teman baikku
ku tak bisa bercanda lagi denganmu
mengapa harus kau tempuh jalan itu
kuharap dirimu dapat kembali
seperti yang dulu


“Say No to Drugs”
bila kuingat dulu dirimu rupawan
engkau penuh semangat mengejar citamu
kini dirimu lesu tatapanmu hampa
kau terbuai oleh mimpi narkoba yang palsu
Banyak upaya dan airmata
banyak derita untukmu
tinggalkanlah tinggalkan
mimpi palsu itu”.

Bukan hanya itu Narkoba adalah isu yang kritis dan rumit yang tidak bisa diselesaikan oleh hanya satu pihak saja. Karena narkoba bukan hanya masalah individu namun masalah semua orang. Mencari solusi yang tepat merupakan sebuah pekerjaan besar yang melibatkan dan memobilisasi semua pihak baik pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan komunitas lokal. Adalah sangat penting untuk bekerja bersama dalam rangka melindungi anak dari bahaya narkoba dan memberikan alternatif aktivitas yang bermanfaat seiring dengan menjelaskan kepada anak-anak tentang bahaya narkoba dan konsekuensi negatif yang akan mereka terima.

Anak-anak membutuhkan informasi, strategi, dan kemampuan untuk mencegah mereka dari bahaya narkoba atau juga mengurangi dampak dari bahaya narkoba dari pemakaian narkoba dari orang lain. Salah satu upaya dalam penanggulangan bahaya narkoba adalah dengan melakukan program yang menitikberatkan pada anak usia sekolah.

Di Indonesia, perkembangan pencandu narkoba semakin pesat. Para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar. Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok. Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan.

Oleh karena itu peran Orang tua itu sangat penting untuk menjaga dan menghimbaunya setiap saat, karena masa remaja adalah masa – masa dimana kegairahan mengenai sesuatu yang negatife itu besar, bukan hannya itu memilik teman dan sahabat harus lebih hati – hati karena sahabat serta teman sejati yang tidak baik pun justru dapat menyesatkan bahkan kehidupan akan menjadi terpuruk. Mencoba adalah salah satu sifat bahaya bagi pemula, karena dengan mencoba hal – hal negatif seperti Narkoba, Merokok dll. Adalah jusru awal dari permulaan dampak yang negatife namun secara otomatis ingin berbuat lebih dari itu karena reaksi dari mengkomsumsi Narkoba seperti, Menyolong, Mudah marah, mudah tersinggung, pikiran kabur, akal sehat dibuang jauh – jauh, segala sesuatu yang negatif dihalalkan, bahkan sampai melakukan sex bebas hingga durhaka terhadap orang tua sekalipun.

Maka sebegitu besarnya pengaruh narkoba khusunya pada usia pelajar yang masih labil pemikirannya, para remaja dapat mudah mengkomsumsi narkoba yaitu adanya dua faktor penyebab seperti Pergaulan bebas, dan pengaruhnya dilingkungan sekitar. Apakah adananya penyebab terbesar selain dua aspek tersebut ?

Mengenai pertanyaan tersebut itu sama halnya adanya peran penting prang tua terhadap anaknya, kemungkinan terjadi karena anak salah arah adalah kurangnya perhatian orang tua terhadap anaknya, karena sibuknya orang tua. Namun alasan tersebut tidak terlalu banyak yang dialami remaja pada saat ini, justru kebnyakan remaja pada saat ini yang membangkang kepada kedua orang tuanya, maka hal yang harus orang tua lakukan untuk mendidik anak – anaknya yaitu dengan
– Mengaji setiap pulang sekolah
– sebisa mungkin anak disekolahkan di Madrasah atau di sekolah umun yang banyak membahas ilmu Agama Islam.
– membiasakan anak melakukan Shalat Wajidb 5 Waktu, Puasa hingga mengajarkan untuk Sodakoh.
– menasehati anak dengan penuh kesabaran diiringi suara yang halus jangan kasar apalagi sampai membentak,
– apabila anak melakuakn kesalahan maka diarahkan ke baik jangan lagi – lagi dimarahi bahkan kalau bisa dipeluknya agar hatinya damai serta tentram.[]MZ_matasiswa.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s