Di Balik Metamorphosis Se Ekor Ulat

CIMG7460

Salah satu tahap bentuk dl daur kehidupan kupu-kupu, berupa binatang kecil melata, gilik memanjang, dan umumnya berkaki enam, adakalanya berbulu-bulu, memakan daun, buah, atau bangkai, jika sudah waktunya berubah bentuk menjadi kepompong lalu menjadi kupu-kupu (termasuk juga anak serangga, bernga, lundi, dsb), banyak macamnya, seperti batu, gatal, sentadu mengorek lubang, sengaja mencari lantaran bertengkar. Daun ulat yg menyerang pucuk daun jagung pd waktu tanaman berumur satu bulan gerayak ulat daun jeruk  yang ganas, menyerang daun muda dan daun

tua, jengkal ulat yg berjalan seperti gerak tangan ketika mengukur jengkal demi jengkal, yakni dengan cara menggulung ujung belakang tubuhnya ditarik ke bagian ujung depan, kemudian ujung depan maju (bergerak demikian karena tidak berkaki pada bagian tengah tubuhnya), jika diganggu berposisi turus seperti rentang, geometridae, kilan ulat jengkal, mago larva yg menyerupai cacing (ulat), tidak berkaki, dan bagian kepalanya tidak berkembang dengan baik, sutra ulat yang mengeluarkan benang yang dapat dijadikan sebagai bahan sutra, tanah ulat yg hidup di tanah biasa sebagai hama yang menyebabkan pangkal batang patah. Ketiaka mata melihat  maka timbul rasa benci serta geli.

Begitu juga dengan keperibadian seseorang, seperti halnya pada usia kecil kepribadian yang dimiliki hanya dipandang sebelah mata, kemudian tumbuh menjadi dewasa kemampuan serta prestrasi yang dimiliki seakan hanya kenangan semata bahkan sampai terdengar perkataan yang tak enak didengar oleh telinga sekalipun, itu sama halnya dengan dengan kejadian perubahan telur menjadi ulat dewasa. Bukan hanya itu keperibadian baru Nampak setelah mengalami suatu cobaan yang berat hingga bermain dengan perasaan, itu halnya sama dengan kepompong yang ingin mengalami perubahan kepribadian yang unggul serta sempurna, setelah cacian serta hinaan menghampiri bahkan sampai duduk dibangku perkuliahan tersebut masih ada orang yang meremehkannya. Dan pada suatu hari tibanya suatu perubahan yang dahsyat namun diluar pikiran. Itulah seperti seekor kupu – kupu yang indah. Maka dari itu justru kebanyakan orang sukses pasti mengalami hal – hal tersebut, walaupun hal yang paling berat adalah ketika kreatifitas serta kemampuan yang dimiliki dapat dipandang serta dihargai, itulah seperti Kepompong yang dimana berusaha untuk menjadi sebuah kupu – kupu yang cantik.[]MZ_matasiswa.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s