Dengan Kultum hati menjadi Tenang

Foto(494)

Kultum yang dilaksanakan rutin disetiap 2 minggu sehari itu dapat membuahkan hasil yang sangat menyajubkan itu terbukti ketika rekan – rekan kultum dapat menjelaskan kultumnya secara baik, seperti halnya kultum yang dibuka oleh perwakilan yaitu Ali Syahid, dan kultum pertama dibuka pada kali ini yang bertepatan tanggal 28 Desember 2012 hari juamat yaitu saudara Khairul Bugis yang berasal dari daerah Tual, Maluku yang bertemakan “pengemban Dakwah” dan kultum kedua dibuka oleh saudara Abdul Mazid yang mewakili saudara Syafri Syawal yang sedang berhalangan, yang bertemakan tentang “maksud Indah”. Berikut adalah isi dari kultum pertama yaitu.

“Jadi pengemban dakwah? Hmm… di mata remaja, sepertinya ‘jabatan’ ini kalah menarik dibanding kontes menjadi bintang yang kian menjamur. Meski kagak pake audisi atau ekstradisi yang bikin sensasi, tetep aja remaja yang terjun ke dunia dakwah bisa dihitung pake jari. Padahal untuk jadi pengemban dakwah, nggak kudu bisa nyanyi, nari, atau akting. Cukup bermodalkan keimanan, ilmu, dan kemauan. Sayangnya, justru tiga faktor itu yang lumayan langka ditemuin pada mayoritas remaja yang kian terhipnotis gaya hidup hedonis. Gaswat!

Kalo kita sempet nanya kenapa seseorang nggak atau belum mau ikut berdakwah, pasti mereka segera ngeluarin kunci gembok buat bongkar gudang alasannya. Soalnya mereka juga ngerti kalo dakwah itu wajib. Cuma masalahnya, banyak orang yang ngerasa belon siap ngadepin risiko dakwah. Emang apa sih risiko dakwah?

Itu lho, gosipnya ada anak yang berselisih ama bokapnya karena ngritik sistem demokrasi. Dijauhin temen lantaran cerewet ngingetin untuk nutup aurat, nggak pacaran, atau antitawuran. Tereliminasi dari kantor saat bawa-bawa aturan Islam ke alam kapitalis di dunia kerja. Diancam skorsing dari sekolah ketika ngotot pengen pake seragam yang nyar’i. Dicemberutin tetangga coz nggak ikut berpartisipasi dalam pilpres alias “memilih untuk tidak memilih” (bahasa kerennya golput). Atau malah berhadapan dengan aparat keamanan karena dituding terlibat aksi pemboman. Waduh!

Kebayang kan, kalo berita duka seputar lika-liku aktivis dakwah kayak di atas lebih populer dibanding ridho Allah yang menyertai kegiatan dakwah. Udah pasti bayangan rasa takut bin cemas selalu menghantui pas lagi mujur ada kesempatan untuk berdakwah. Jangankan jadi pengemban dakwah, sekadar menyuarakan Islam aja mungkin malu. Repot juga kalo kayak gini” . Bukan hanya itu kultum kedua juaga tak kalah hebatnya, namun semua itu tetap berjalan karena adanya partisipasi terhadap Kultum tersebut.[]MZ_matasiswa.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s