Cerpen Kami

Dilema Valentine day . 
Oleh
Abdul Mazid Al Batawie
dilema
 
Valentine day merupakan hari kasih sayang….
Akankah makna valentine dalam islam itu….
Seperti terpikir dibenaku batapa dilemanya hatiku
Ketika mengetahui makna valentine itu,,,,
Ya tuhan ampunilah hambamu ini, karena terpedaya oleh nafsu,,,
Nafsu yang selalu berputar di pikiranku, adakah ku bisa melawanya.
Ku yakin dengan kesabaran dan keistiqomahan ku,
Aku pasti bisa mengelabuhinya,,,akan peristiwa hari raya valentine ini.
Tetapi bagaimana dengan temanku, sahabatku, saudaraku, hingga masyarakat ditempatku.
Sebagaian dari remaja mereka,, merayakan akan hari raya itu,,
Bukanya mereka tahu,, sejarah valentine itu, apa,,,akankah mereka menyadari akan hal seperti tu,
Ya, hal seperi itu adalah sesuatu hari raya orang – orang barat…
Apakah sebaliknya, mereka tidak tahu sekali akan valentine itu,,
Dan bagaimana peran ku yang mengetahui akan hal itu…
Akankah ku terdiam membisu dengan membiarkan temanku, sahabatku, hingga masyarakat ditempatku
Merayakan akan hal itu,, bahwa apa yang ia kerjakan itu adalah salah besar.
Dilemma hatiku, sehingga kuberpikir betapa tak bergunaya diriku,,,
Dengan membiarkan mereka terjerumus akan hari raya orang – orang Barat,,,
Ya , Tuhan berilah ampunan terhadap diriku ku ini,serta terhadap mereka yang tak tahu apa arti valentine day itu,,,,
Kusadar betapa tak berdayanya diriku ketika mereka mengagung agungkan hari raya itu..
Wahai saudaraku, temanku, sahabatku,, sadarlah kalian bahwa yang kalian kerjakan itu adalah hal yang amat salah. Karena hari kasih sayang itu ,,tak punya hari,,
Melainkan kasih sayang itu pada setiap saat ,,,tanpa adanya pembatas hari,, itulah kasih sayang yang sebenarnya.
Ketika ku melintas ke jalan keramaian ketika ku melepaskan penak di dalam pikiranku,
Ku terheran ada apa ini,? ketika ku hampiri kejadian tersebut ada seorang remaja wanita tanggung yang  menangis
tersedu – sedu,,
Dengan rasa penasaran ku, aku hendak  menghampiri seorang remaja tanggung tersebut.    Pada waktu itu tepat pada malam Valentine Day. Yang katanya sieh,, malam kasih sayang.
“Selamat malam”,,,,,,
“ kenapa dek,  ko,, nangis ditempat ini,,, di mana orang tua mu” …
“ gak mas hanya terkilir kakiku tadi hendak turun dari mobil”..katanya dengan penuh gelisah
“ terus dimana orang tua mu ” dengan gaya yang mencurigakan,,,ia menjawab.
“ di sana mas lagi beli sesuatu ”….
“ dengan pertanyaan remaja tanggung tersebut, aku merasa ada yang disembunyikan darinya.Aku pun terus bertanya – Tanya..ternyata dugaan ku benar pada saat itu juga ada beberapa teman lelaki yang menghampirinya.
“ woy ?..nita ,,kenapa masih nangis loh….
Dengan suara keras salah satu lelaki tersebut..
Dengan sikap teman – teman nya tersebut, nita semakin menangis dengan suara keras..hingga membuat orang – orang disekeliling jalan. Memperhatikanya…Tanpa terduga ia menampar lelaki tersebut. Dengan sekuat – kuat tangannya. Dan berkata.
“ apa yang kamu lakukan terhadapku.”
“ kenapa aku ditinggal sendiri disini “
“ apa mau mu”dengan bergelinang air mata.
Lelaki tersebut menjawab.
“ ngomong apa siih? “ dan langsung meninggalkan wanita tersebut,,,
Tak beberapa lama hp Nita berbunyi,,,
“ Kringgg ”
“ Kringgg ”
Dan melihat panggilan tersebut,,namun panggilan tersebut tak dihiraukannya..bahwa itu adalah panggilan dari orang tuanya yang khwatir akan dirinya.
Spontan ku berkata.” Kenapa gak diangkat hp nya “
Wanita itu terdiam. Hingga lagi – lagi mengeluarkan air mata,,
Sesekali lagi aku bertanya kepada Nita, sebenarnya apa yang terjadi pada mu dek,
“ mungkin saya bisa bantu “ wanita tersebut kembali terdiam. Malam semakin larut aku pun secepatnya kembali ke ruang kerjaku,,,namun melihat wanita itu tak tega untuk meninggalkanya…pada saat itu hp ku berbunyi bahwa ada panggilan dari teman sepekerjaku,,,
“ Assalamualaikum lagi dimana “
“ saya lagi di jalan, ada apa ya ?
“ ada apa? Ya kerjalah. Ada yang harus dikerjakan malam ini juga “
“ oh. Ya nanti saya segera pulang “
“ oh ya udah cepet ya,,di tunggu nih”
“ ya “
“ Assalamualaikum “
“ waalaikum salam “
Dengan perasaan ku yang dilemma, apa yang harus ku kerjakan disisi lain ada perlu pertolongan. Gak mungkin aku meninggalkan wanita itu sendiri, karena ku berpikir bagaimana kalau kejadian itu menimpa adek ku sendiri apa yang kurasakan pasti aku melakukan hal yang sama. Yaitu menolongnya..hp nita  berbunyi kembali…dengan penuh kerja keras untuk menyakinkan Nita untuk segera mengangkat panggilan tersebut,,,,itu berhasil dengan menjawab panggilan tersebut
Halo..
Halo..
“ Dimana kamu ,,,cepat pulang ya nak…
“ Ibu mengkhawatirkan mu nak,,,
“ Gak bu nita gak mau pulang’’’
“ Pulang nak,,,,
“ Kasian kepada ibu mu nak,,,,takut terjadi apa – apa kepadu mu nak,,
“ Dengan hati yang sedih mendengar ucapan ibunya ia sedikit luluh hatinya dan menjawab..
“ Ya ibu kalau masalah nita sudah selesai,,,,
“ Masalah apa nak,,dengan ucapan sedih seorang ibu.
“ Pada saat itu juga di hentikan panggilan tersebut.
Dengan kedesakan ku, aku pun memberanikan diri untuk kembali menyayakan persoalan tersebut, bukan bermaksud untuk mengetahui urasan wanita tersebut. Dengan memiliki ilmu Agama yang lumayan , saya mengarahkan wanita tersebut, apa yang terjadi sebenarnya. Wanita itu berkata.
“ ya mas banyak sekali masalah yang Nita hadapi “
“ seperti tepat dimalam hari valentine ini,
“ saya dicampakan oleh pacar saya sendiri,, tidak seperti hari valentine s        Sebelumya kita selalu kompak….
Saya pun menjawab ….
“ bukanya itu hal berita bagus untuk kamu….
“ karena Allah masih sayang terhadapmu.,asal nita tau bahwa yang namanya pacaran itu adalah perbuatan dosa besar, karena didalam pacaran tersebut terdapat banyak maksiat, seperi saling memandang, berbegangan tangan hingga melakukan yang tak diinginkan,,,maka dari nita harus resapi apa yang saya tuturkan. Dan Insya Allah Nita kemudian menjadi wanita yang lebih baik lagi,,,dan satu lagi bahwa hari Valentine itu adalah bukan hari rayanya umat islam melainkan hari raya orang barat..
Dengan perbincangan teresebut,,,Allhamdulillah Nita mau mengikuti apa yang saya berikan perkataan yang dapat memotivasi utuknya. Dan pada saat itu juga Nita menelpon kakaknya, untuk segera menjemputnya.
Dan ketika kakak Nita datang, Nita pun menceritakan masalah yang dihadapinya. Dengan penuh perasaan tenang dan gembira kakak Nita pun berjabat tangan dan dengan ucapan yang senang ia mengucapkan.
“ Terimaksih banyak  atas bantuannya “
“ Yaudah kami pamit pulang dulu “
“ Asssalamualaikum ”
“ Waalaikum salam “
Setelah sudah lama mereka pulang,,, saya pun hendak menuju ke Perkerjaan.[]MZ
By. Abdul Mazid

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s